Bhineka Tunggal Ika. Berbeda Tapi Tetap Satu Jua.

Kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman saya. Ya mungkin ada yang sudah tahu, mungkin juga ada yang belum tahu. Sekedar informasi, saya adalah alumni STAN yang notabene mahasiswanya majemuk, berasal dari seluruh penjuru Indonesia. Dengan berkuliah disana, saya paham ada suatu masalah yang melanda masyarakat Indonesia. Masalah yang sangat mendasar yaitu masalah persatuan, dan kebangsaan Indonesia.

Maaf, saya berbicara sedikit 'berat' kali ini. Jujur saja, saya sedikit kesal akhir-akhir ini. Mengapa? Waktu saya di STAN, sadar atau tidak, para mahasiswa membentuk kelompok sesuai dengan ras atau suku. Selain itu, adik saya yang sekarang bersekolah di Malang, maaf saya tidak bermaksud merendahkan kota kalian, saya yakin itu adalah oknum semata, dikatain oleh temannya sendiri. Kon iku ilingo, kon duduk arek Malang c**! (Kamu itu sadar diri, kamu itu bukan orang Malang c**!)


Saya sampai mengelus dada (dada saya sendiri tentunya) dan cuman bisa geleng-geleng. Kita masih satu negara! Indonesia! I-N-D-O-N-E-S-I-A! Ya, INDONESIA! Mengapa harus mementingkan daerah masing-masing? Mengapa tidak mau berteman selain dari suku kalian? Mengapa tidak mau mengenal orang selain dari suku kalian? Mengapa kita terpecah-pecah? MENGAPA?

Apakah karena kalian berbeda budaya? Lantas, apakah itu pantas dijadikan sebagai alasan untuk tidak berteman, tidak bergaul, bahkan menjauhi orang-orang yang bukan dari daerah atau suku kita? Mas-mas, Mbak-mbak, Bapak-bapak, dan Ibu-ibu yang saya cintai dan kasihi. Pernahkah kalian membayangkan bagaimana jika kita diciptakan oleh Sang Pencipta sebagai makhluk yang homogen, semua manusia laki-laki atau semua manusia perempuan atau yang lebih ekstrem lagi semua manusia bersuku Jawa atau semua manusia berkulit hitam? Pasti lah sangat membosankan, sangat hhhhhh, saya tidak bisa membayangkan.

Yang pasti Sang Pencipta sudah menghitung semuanya dan mempertimbangkan semuanya, bahwa perbedaan itu indah. Perbedaan itu mengasyikkan, dan tentunya tidak akan membuat kita bosan. Kita akan terus menjumpai berbagai budaya baru, berbagai orang baru dengan sifat mereka masing-masing yang berbeda-beda tentunya, bahasa baru, bahkan daerah baru dengan suku yang belum pernah ditemui sebelumnya. Bersyukurlah kita diciptakan berbeda satu sama lain. Apakah cukup dengan bersyukur? Saya rasa bocah SD yang masih ingusan pun menjawab tidak. TIDAK! Kita harus menghargai perbedaan itu, kita harus memaklumi perbedaan itu dengan cara saling bertoleransi.


Sekali lagi saya tekankan, KITA MASIH HIDUP DI DALAM SATU ATAP, INDONESIA. PANTASKAH ORANG DALAM SATU ATAP SALING BERTIKAI?

Hampir lupa, setahu saya dari zaman kita SD bahkan TK di depan kelas sudah dipajang lambang negara kita, Garuda. Apa saja yang ada pada lambang Garuda itu? Gak hapal atau gak tau? Ada kepala banteng, pohon beringin, bintang, padi dan kapas, dan rantai. Masih ada lagi, tulisan BHINEKA TUNGGAL IKA. Lambang-lambang itu tentunya memiliki arti masing. Saya tidak akan membahas satu-satu, tentunya tidak akan pernah selesai. Saya akan membahas salah satu simbol saja, yaitu BHINEKA TUNGGAL IKA.

Saya rasa semua sudah tahu arti dari Bhineka Tunggal Ika adalah Berbeda-beda tapi tetap satu jua. Akan tetapi arti dari Bhineka Tunggal Ika ini hanya ada di otak saja, bahkan hanya di telinga saja. Tidak sedikit yang mengatakan, "Bhineka Tunggal Ika? Sepertinya pernah mendengar kata-kata itu di suatu tempat". Sangat mengenaskan. Entah siapa yang berhak disalahkan, sistem pendidikan ataukah masyarakat itu sendiri.

Yang pasti, saya hanya bisa menghimbau lewat tulisan ini, para founding fathers memilih semboyan Bhineka Tunggal Ika agar masyarakat Indonesia sadar bahwa meskipun berbeda bahasa, suku dan ras tetapi kita masih di dalam satu atap, satu tanah air, Indonesia.

HIDUP INDONESIA! JAYALAH INDONESIAKU!



Label

About Me

My photo
Hello cold world! I'm Adnyana. 17 years old. Ready to subjecting the world!

Blogroll

Label

Blogger templates

Blogger news