Menulis Populer

Menulis karya ilmiah populer atau lebih dikenal dengan menulis populer merupakan sarana komunikasi antara ilmu dengan masyarakat. Menulis populer bertujuan untuk menyampaikan ilmu yang bisa dicerna oleh semua lapisan masyarakat.

Tentunya menulis populer sangat berbeda dengan menulis riset. Meskipun sumber data sama, yaitu melalui riset, gaya penyampaiannya sangat berbeda. Menulis populer menggunakan bahasa yang sederhana dan dapat dicerna oleh seluruh lapisan masyarakat. Sedangkan, menulis riset menggunakan bahasa yang terkadang sulit dimengerti oleh pembaca "awam".

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis populer.

1. Menggunakan bahasa yang sederhana

Dalam menulis populer, banyak hal yang menjadi "pantangan" bagi penulis. Salah satunya adalah "menyiksa" pembaca. Dengan menggunakan bahasa yang sederhana, diharapkan informasi dapat tersampaikan dengan baik ke seluruh lapisan masyarakat. Bahasa yang sederhana yang dimaksudkan disini adalah bahasa yang tidak terlalu puitis, namun cukup mengena.

2. Kalimat baku dengan lima belas kata per kalimat

Dalam membaca, kebanyakan dari kita memerlukan menahan nafas sejenak untuk memahami maksud dari bacaan. Batas rata-rata kemampuan membaca manusia adalah lima belas kata per kalimat. Selain itu, batas lima belas kata per kalimat ini juga bertujuan agar tidak "menyiksa" pembaca.

3. Gunakan rumus sederhana SPOK 

Hal yang sangat penting untuk diperhatikan adalah struktur kalimat. Tidak sedikit penulis yang hanya memetingkan isi, tetapi struktur diabaikan. Penggunaan S-P-O-K juga dapat mempermudah pembaca dalam memahami suatu bacaan.

4. Orientasi pembaca

Sebelum menulis, kita juga harus memperhatikan "kepada siapa kita menyajikan tulisan kita?". Seberapa dalam informasi yang kita berikan, bahasa seperti apa yang kita gunakan, semua tergantung kepada pembaca. Tanpa memahami karakter pembaca, kita hanya akan "menyiksa" tanpa bisa memberikan informasi. Misalnya, kita menulis artikel tentang komputer di majalah desain rumah. Tentunya hal itu hanya akan mengganggu pembaca tanpa bisa membuat pembaca mengerti.


5. Hindari istilah asing

Sebenarnya penggunaan istilah asing sesekali juga perlu karena, banyak informasi yang tersaji dalam bahasa asing. Akan tetapi, penggunaan bahasa asing, yang konon untuk menutupi kekurangan penulis, yang berlebihan dapat "menyiksa" pembaca. Istilah asing yang digunakan juga tidak sembarang istilah asing. "Hanya" istilah asing reliabel dan relevan-lah yang boleh dipakai.

6. Hindari jargon, singkatan, dan akronim 

Penggunaan akronim juga terkadang mengganggu pembaca. Hanya akronim, jargon, dan singkatan yang umum dan dimengerti masyarakat yang boleh dipakai.
Contoh : Tiga primata endemik indonesia lahir di TSI Cisarua
Banyak pembaca yang tidak mengerti akronim TSI itu. Oleh karena itu, penggunaan akronim TSI hanya mengganggu pembaca tanpa bisa memberikan informasi.

Demikian tips menulis populer yang dapat saya tularkan. Ternyata menulis populer sangatlah mudah, asalkan mau mengikuti tips diatas. Terimakasih. Semoga bermanfaat.



Label

About Me

My photo
Hello cold world! I'm Adnyana. 17 years old. Ready to subjecting the world!

Blogroll

Label

Blogger templates

Blogger news